<body>

jang poenya


nonie.
24 Mei 1992 .
Strada .
18 .
nonie.ibeth@yahoo.com : Click Here
Elizabeth Sukanta : Click Here

kepengen


want to happy .
give all the best .
make them glad to me .

comment


Cbox Recommended .

ShoutMix chat widget

themand


Tag Me To Be Link
Memories


Januari 2009
Februari 2009
Maret 2009
April 2009
Juli 2009
September 2009
Oktober 2009
November 2009
Desember 2009
Januari 2010
Februari 2010
Maret 2010
April 2010
Juni 2010
Juli 2010
Oktober 2010
November 2010




Credits


Designer: Agnes
Base Code: Tammy
Image: Enakei
Image Host: Tinypic & Photobucket


Rabu, 17 November 2010

My Complicate Life ♥

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya.Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah.Ia sudah lelah untuk berjuang.Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.



Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur.

Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api.

Setelah air di panci-panci tersebut mendidih.

Ia menaruh wortel di dalam panci pertama,

telur di panci kedua dan

ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir.

Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata.

Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah.Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api.

Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Wortel, telur, dan kopi" jawab si anak.

Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu.

Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak.

Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya.

Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir,

ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi.

Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas.

Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti semua ini, Ayah?"

Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi kesulitan yang sama, perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.



Wortel

sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan.

Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak.





Telur

sebelumnya mudah pecah.

Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan.

Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.





Bubuk kopi

mengalami perubahan yang unik.

Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut.

"Kamu termasuk yang mana?," tanya ayahnya.

"Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya?

Apakah kamu wortel, telur atau kopi?"



Bagaimana dengan kamu?



Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras,

tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.





Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut?

Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan menjadi keras dan kaku.

Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?





Ataukah kamu adalah bubuk kopi?

Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius.

Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat.

Jika kamu seperti bubuk kopi,

ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik. 



Bagaimana cara Anda menghadapi penderitaan? Apakah seperti wortel, telur, atau biji kopi?



My World My Life

00.42